Jakarta (KABARIN) - Banjir di kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, makin parah pada Jumat siang. Ketinggian air dilaporkan sudah mencapai hampir 120 sentimeter atau lebih dari satu meter, membuat aktivitas warga semakin terbatas.
Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, mengatakan bahwa air terus naik sejak pagi hari.
"Pagi ini, lalu pukul 13.00 WIB, sekarang air sudah mencapai 120 sentimeter, udah satu meter lebih," kata Sanusi di Jakarta Timur, Jumat.
Wilayah yang terdampak cukup luas. Di RW 04, banjir merendam RT 11, RT 12, dan RT 13. Sementara di RW 05, air masuk ke RT 05, RT 06, dan RT 09.
Air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Sejak saat itu, debit air terus meningkat secara signifikan hingga pagi menjelang siang.
Meski ketinggian air sudah lebih dari satu meter, warga memilih untuk tetap bertahan di rumah masing-masing.
"Untuk warga sendiri belum ada yang mengungsi, sih," ujar Sanusi.
Menurutnya, sebagian besar rumah warga memiliki dua lantai, sehingga mereka masih bisa menyelamatkan barang-barang dan beraktivitas di lantai atas.
"Rata-rata di lantai dua semua. Jadi, barang-barang dan untuk singgah, masih ada lantai dua," ucap Sanusi.
Di wilayah RT 13 saja, tercatat ada 96 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Sementara di wilayah sebelahnya, sekitar 70 KK juga ikut terdampak banjir.
Di tengah bulan suci Ramadhan, kondisi ini tentu memengaruhi aktivitas warga, termasuk saat sahur. Akses jalan yang terendam membuat sebagian warga harus menggunakan perahu untuk membeli makanan.
"Kalau untuk sahur, agak terhambat juga, ya, walaupun tadi pagi masih ada yang gunain perahu untuk beli makan sahur, tapi masih berjalan lancar, sih, ibadahnya," jelas Sanusi.
Hingga saat ini, bantuan dari pemerintah disebut belum diterima warga. Untuk kebutuhan makanan, mereka masih mengandalkan upaya mandiri.
"Belum. Sampai saat ini belum ada, sih, bantuan," ungkap Sanusi.
Sementara itu, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya langsung turun tangan membantu warga terdampak.
"Sejak pagi, Tim SAR Ditpolairud turun ke lokasi dan melakukan aksi cepat membantu warga terdampak," kata Dirpolairud Polda Metro Jaya Kombes Pol Mustofa dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Petugas dilaporkan telah mengevakuasi seorang bayi ke tempat yang lebih aman. Selain itu, mereka juga membantu warga memindahkan sepeda motor agar tidak semakin terendam.
Dalam proses penanganan banjir ini, tim mengerahkan dua unit perahu karet, satu unit skiff boat, tiga mesin tempel, serta perlengkapan keselamatan seperti life jacket dan ring buoy.
Menurut Mustofa, hingga saat ini personel masih siaga di lokasi untuk membantu warga sekaligus mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air lebih lanjut.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026